Karate Smaven Club

Selamat datang di Website SMAN 7 Banjarmasin.
Galeri Photo
Komunitas SMAN 7
 
Jejak Pendapat
Bagaimana menurut anda tampilan baru website SMAN 7 Banjarmasin

 

Karate Smaven Club

KARATE SMAVEN CLUB

Karate smaven club adalah salah satu ekskul di SMA Negeri 7 Banjarmasin yang menjadi ajang untuk mengasah kemampuan bela diri siswa tanpa melupakan kesopanan dan kesantunan siswa. Karate smaven club megikuti aliran LEMKARI yang berpusat di ‘LANAL Bnajarmasin’, biasanya sering mengadakan latihan gabungan untuk menyamakan tekhnik ataupun untuk persiapan ujian kenaikan tingkat.
Ekskul ini mengajarkan teknik-teknik bela diri dengan tangan kosong dan gerakan-gerakan kaki anggota ekskul karate smaven club dilarang keras melakukan teknik-teknik ini kepada teman atau untuk berbuat kejahatan. Teknik karate hanya digunakan pada saat terdesak dan menolong orag lain dalam hal kebaikan.
Adapun Teknik Karate terbagi menjadi tiga bagian utama : Kihon (teknik dasar), Kata(jurus) dan Kumite (pertarungan). Murid tingkat lanjut juga diajarkan untuk menggunakan senjata seperti tongkat(bo) dan ruyung (nunchaku):

  • Kihon
    Kihon (基本:きほん, Kihon) secara harfiah berarti dasar atau fondasi. Praktisi Karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari Kata dan Kumite.
    Pelatihan Kihon dimulai dari mempelajari pukulan dan tendangan (sabuk putih) dan bantingan (sabuk coklat). Pada tahap dan atau Sabuk Hitam, siswa dianggap sudah menguasai seluruh kihon dengan baik.
  • Kata
    Kata (型:かた) secara harfiah berarti bentuk atau pola. Kata dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau aerobic biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Setiap Kata memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda.
    Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata.
    Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh : Kata Tekki di aliran Shotokan dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.
  • Kumite
    Kumite (組手:くみて) secara harfiah berarti "pertemuan tangan". Kumite dilakukan oleh murid-murid tingkat lanjut (sabuk biru atau lebih). Tetapi sekarang, ada dojoyang mengajarkan kumite pada murid tingkat pemula (sabuk kuning). Sebelum melakukan kumite bebas (jiyu Kumite) praktisi mempelajari kumite yang diatur (go hon kumite) atau (yakusoku kumite). Untuk kumite aliran olahraga, lebih dikenal dengan Kumite Shiai atau Kumite Pertandingan.Untuk aliran Shotokan di Jepang, kumite hanya dilakukan oleh siswa yang sudah mencapai tingkat dan (sabuk hitam). Praktisi diharuskan untuk dapat menjaga pukulannya supaya tidak mencederai kawan bertanding.
    Di daam karate ada sumpah yang harus diamalkan setiap anggota :
  • Sanggup Memelihara Kepribadian
    Seorang Karateka berjiwa ksatria, sportif, berbudi pekerti luhur, tidak sombong dan rendah hati
  • Sanggup Patuh Pada Kejujuran
    Seorang Karateka pantang berbohong, jujur pada diri sendiri dan orang lain, sehingga dapat dipercaya semua orang.
  • Sanggup Mempertinggi Prestasi
    Sesuai tingkatan sabuk, seorang Karateka harus dapat meningkatkan kemampuan diri dari segi teknik, fisik dan keilmuan serta filosofi Karate-Do. Bagi para atlet harus rajin berlatih agar mampu meningkatkan prestasi yang sudah diraih.
  • Sanggup Menjaga Sopan Santun
    Karateka adalah figur yang memiliki etika dalam kehidupan sehari-hari, baik di perguruan, pekerjaan dan pergaulan di masyarakat. Menghormati dan menghargai sesama Karateka (yunior, setara dan senior) maupun kepada orang lain.
    Sebagaimana dinasihatkan Gichin Funakoshi: “Tanpa sopan santun kau tidak akan bisa berlatih Karate-Do. Hal ini tidak hanya berlaku selama latihan saja namun juga dalam hidupmu sehari-hari.”
  • Sanggup Menguasai Diri
    Seorang Karateka yang menjiwai Karate-Do akan mampu mengendalikan emosinya. Lebih memilih menyelesaikan masalah dengan cara musyawarah daripada kepalan tangan. Selalu menghindari perkelahian daripada menimbulkan masalah apalagi mencederai orang lain. Teknik Karate hanya digunakan saat keadaan benar-benar memaksa dan tak ada jalan lain untuk menghindar.
    Gichin Funakoshi mengingatkan; untuk mendapat seratus kemenangan dalam seratus pertarungan bukanlah kemampuan yang tertinggi. Untuk menaklukkan lawan tanpa bertarung adalah kemampuan yang tertinggi.
  • Sebuah renungan
    Sumpah Karate diucapkan saat upacara tradisi Karate, di awal dan akhir latihan.
    Jika latihan dua kali dalam seminggu, berarti seminggu empat kali mengucap sumpah.
    Dalam sebulan, berarti enam belas kali mengucap sumpah.
    Sebagai Karateka, apakah sikap dan tingkah laku kita sudah sesuai dengan sumpah yang kita ucapkan ratusan bahkan ribuan kali selama kita berlatih Karate?

STRUKTUR ORGANISASI KARATE SMAVEN CLUB

KETUA               : RIZKI KURNIATI
WAKIL KETUA : TIMOTIUS KRISNA
SEKRETARIS     : RATIH MAULIDINI
BENDAHARA    : TIMOTIUS KRISNA
ANGGOTA          :
- PUTRI RISKI RAHMAYANTI
- DAENG RIFKY M. A.
- LAILA KHARANI
- FITRA ALAMI
- GEMA RAMANDHA
- DAVID ALEXANDER SIMANGUNSONG
- MUHAMMAD FAUZAN
- AHMAD SALMAN AL-FRISHY
- ANDHIKA DHARMA PUTRA
- HANNA ROSENANY NILAM SARI
- DANNY YOGA PRADIPTA

JADWAL LATIHAN

Di smaven

  • Hari rabu pukul 4 pm -6 pm
  • Hari minggu pukul 4 pm – 6 pm

Di lanal (latihan gabungan)

  • Hari selasa pukul 4 pm – 6 pm
  • Hari kamis pukul 4 pm – 6 pm

Di PLN

  • Pada saat ujian kenaikan tingkat pada 6 bulan sekali
  • Di stadion lambung mangkurat (latihan gabungan)
  • Ghasuku {pemantapan menghadapi ujian dan penyamaan gerakan/teknik}